November 2020


Payakumbuh Timur-NN-
Mutasi sejumlah kepala kelurahan di Kecamatan Payakumbuh Timur pada akhir Oktober lalu otomatis diikuti pergantian ketua tim penggerak PKK dan bunda PAUD di kelurahan tersebut. Berbeda dengan lurah yang dilantik dan dikukuhkan saat pengambilan sumpah jabatan, pelantikan ketua PKK dan bunda PAUD kelurahan dilakukan secara terpisah. 


Guna memenuhi amanat tersebut, Jumat (20/11) Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda PAUD Kecamatan Payakumbuh Timur Ny. dr. Silvia Rosja Irwan melantik dan mengukuhkan Ketua TP PKK dan Bunda PAUD kelurahan di enam kelurahan yang mengalami pergantian lurah plus satu kelurahan yang sebelumnya belum dilantik. Pelantikan dilaksanakan di Aula Sekretariat PKK Kecamatan, kawasan Tanjung Rajo, Kelurahan Tiakar. 


"Alhamdulillah tadi kita lantik dan kukuhkan tujuh ketua TP PKK dan bunda PAUD kelurahan yang baru yaitu Kelurahan Koto Panjang Payobasung, Tiakar, Padang Tangah Payobadar, Padang Alai Bodi, Balai Jaring, Sicincin dan Padang Tiakar," terang Ny. dr. Silvia Rosja Irwan saat dihubungi usai acara pengukuhan. 


Dikatakan, proses pelantikan dan pengukuhan Ketua TP PKK kelurahan baru bisa karena menunggu proses demokrasi pemilihan Ketua TP PKK kelurahan di dua dari enam kelurahan yang mengalami pergantian kepala kelurahan. 


"Dari enam kepala kelurahan yang dilantik kemarin, terdapat dua lurah perempuan. Hal itu berpengaruh kepada pengisian posisi ketua PKK kelurahannya, karena jika lurahnya kaum bapak, maka posisi ketua TP PKK otomatis istri lurah, sedangkan jika lurah dari kaum ibu, maka posisi ketua TP PKK nya harus dipilih melalui musyawarah mufakat oleh pengurus PKK kelurahan setempat," terangnya.


Ditambahkan, untuk posisi bunda PAUD kelurahan, dirinya tidak punya kendala berarti terkait gender kepala kelurahan. "Jabatan Bunda PAUD lebih gampang, jika lurah dijabat kaum ibu, maka bu lurah langsung menjadi Bunda PAUD kelurahan," tambahnya.


Dirinya berharap, dengan dilantik dan dikukuhkannya ketua TP PKK dan bunda PAUD kelurahan yang baru, maka peran aktif PKK dan bunda PAUD sebagai mitra lurah dan LPM dalam melaksanakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat kelurahan bisa langsung dijalankan. 


"Diharapkan ketua PKK dan bunda PAUD kelurahan yang baru dilantik bisa segera aktif dan melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya demi kemajuan kelurahan dan juga kecamatan Payakumbuh Timur kearah yang lebih baik," ujarnya. 


Sementara Camat Payakumbuh Timur Irwan Suwandi mengucapkan selamat atas dilantik dan dikukuhkannya para pejabat yang baru. Dirinya berharap ketua PKK dan bunda PAUD bisa bersinergis dengan Lurah dan komponen masyarakat lainnya.


"10 program pokok PKK jika kontiniu dijalankan, maka sudah membantu separuh dari tugas pokok lurah yakni dibidang pemberdayaan masyarakat. Jadi peran ibu ketua PKK sangat strategis untuk menggerakkan warga khususnya kaum ibu, apalagi yang dibantu adalah pak lurah yang merupakan suami sendiri," ujar Camat Irwan. 


Mantan Lurah Payobasung itu juga mengingatkan peran penting bunda PAUD kelurahan. Menurutnya bunda PAUD kelurahan harus berperan aktif mengajak dan menumbuhkan minat warga agar mau menyekolahkan anak-anak usia dini mereka di PAUD.


"Usia 0 sampai 4 tahun diteliti sebagai usia emas pembentukan karakter seseorang. Maka PAUD jadi lembaga yang sangat strategis. Sayang, hal ini belum banyak dipahami orang tua. Nah, disinilah peran bunda PAUD kelurahan untuk menyiarkan pendidikan PAUD ini agar ibu-ibu kita yang umumnya juga kader PKK mau menyekolahkan anaknya di PAUD," pungkasnya. (Rel/Timur)


Payakumbuh-NN-
Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi masygul, menyusul mencuatnya isu yang menyebutkan terjadinya praktek pungli (pungutan liar) di Kasawan Batang Agam, seperti memungut uang parkir kendaraan bermotor secara ilegal, dan lainnya.


Bahkan ada di antara isu yang menyatakan, praktek pungli dilakukan oleh Wali Kota melalui aparat di lingkup Pemko Payakumbuh.


“(Tuduhan) itu sangat menyakitkan,” tandas Wako Riza kepada anggota Balai Wartawan, Minggu (22/11).


“Ya, ada beberapa yang menulis di laman medsos pribadi masing-masing, dan kami minta membuktikan (tuduhan) itu. Kalau nggak, tentu masalah ini bisa saja kami laporkan ke polisi,” ujarnya menambahkan.


Yang disesalkan, menurut Riza Falepi, tuduhan yang sangat tendesius itu tidak pernah dikonfirmasikan ke pihak terkait di jajaran Pemko Payakumbuh, dan cenderung hanya berdasarkan pertimbangan bersperspektif dangkal seperti kebencian akibat yang menulis kurang disapa. 


"Saya tahu siapa yang menulis itu dan kalau mau bisa saja dilaporkan ke polisi," kata Riza.


Mantan senator Senayan dari Daerah Pemilihan Sumbar itu berpendapat, kalau tudingan pungli di Batang Agam itu benar adanya dan didukung oleh bukti-bukti yang kuat secara hukum.


"Kenapa tidak dilaporkan saja ke polisi?” tanyanya lagi.


Sepanjang yang diketahui Riza, yang memungut parkir di kawasan Batang Agam adalah pemuda di sana, dan sebagian disetor ke oknum dari institusi tertentu. 


“(Soal ini) saya tidak tahu urusannya bagaimana,” kata Riza.


Yang bisa dipastikan oleh Wali Kota Riza hanya satu, yaitu semua aktifitas di kawasan Batang Agam, "termasuk urusan parkir" sejauh ini masih digratiskan oleh Pemko Payakumbuh. 


“Tapi kalau masih ribut-ribut juga, ya, sebaiknya untuk sementara waktu kita tutup saja dulu kawasan itu sampai diserahkan urusan pengelolaannya ke pemko,” ungkapnya.


"Kita tidak mau seperti pameo yang mengatakan "maompang indak, manimbo indak, sato pulo makan"," kata Riza.


Ditambahkan lagi oleh Riza, sejauh ini proyek di kawasan Batang Agam itu masih dikelola oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR, yang pelaksanaanya di lapangan dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera V, yang perwakilannya berkantor di Padang. 


Alasannya, menurut Wako Riza, pengerjaan fisik proyek Batang Agam belum selesai, dan belum bisa dilakukan penyerahan pengelolaannya ke Pemko Payakumbuh.


“Tugas kami di Pemko Payakumbuh hanya membebaskan tanah, sementara kegiatan pembangunan fisik ditangani oleh pemerintah pusat,” terangnya. 


“Namun berhubung sebagian dari proyek Batang Agam yang sudah selesai sudah dimanfaatkan warga, sementara urusannya belum diserahkan pada kami, maka kami mau tidak mau merawatnya,” ungkap Riza, yang sering memimpin langsung perawatan kawasan itu dengan menanam pohon, merawat, dan memotong rumput.


“Banyak warga yang berjualan menjadi saksi. Kalau tidak dirawat, tentu sudah jadi rimba baru, padahal kita sudah diberi sesuatu yang bagus, dan wujud terimakasih dan syukur kita, ya dengan cara merawatnya sebaik mungkin,” tutupnya diakhir wawancara. (Balai Wartawan)


LIMAPULUH KOTA-NN-
Beramai-ramai, warga Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto terharu atas kunjungan calon Bupati Limapuluh Kota nomor urut 2, Darman Sahladi.


Warga di bagian timur Limapuluh Kota itu senang dan bahagia, sebab yang datang ke kampung mereka tersebut bukan sembarangan orang. Melainkan calon Bupati Limapuluh Kota.



Kedatangan Darman Sahladi, juga bukan hanya sekedar datang-datang saja. Melainkan datang  membawa harapan besar untuk kemajuan Nagari Pangkalan. Disana, Darman Sahladi turut disambut oleh tokoh-tokoh berpengaruh di Nagari Pangkalan. 


Menurut Darman Sahladi, Pangkalan adalah bagian dari hidupnya. Antara Pangkalan dan dirinya, merupakan dua hal yang tak terpisahkan. "Saatnya ada orang kita di Pangkalan-Kapur IX jadi bupati.  Sekarang ini momennya, mohon dukungan dunsanak di Pangkalan ini," ucap Darman Sahladi.


Sejumlah tokoh berpengaruh Kecamatan Pangkalan seperti Haji Chandra, Zulfahmi serta tokoh lainnya turut mendampingi kunjungan Darman Sahladi. Kemudian, sejumlah perantau Pangkalan lainnya seperti Rifa Yendi termasuk anggota DPRD Sumbar Dodi Delvi turut mensupport Darman Sahladi untuk jadi Bupati Limapuluh Kota.


Kunjungan dari pagi hingga tengah malam itu, Darman Sahladi mendapatkan simpatik mendalam dari warga Nagari Pangkalan. Bahkan, warga setempat sepakat untuk memenangkan Darman Sahladi jadi Bupati Limapuluh Kota.  Selain pertemuan dari rumah ke rumah serta sempat bergotong royong, Darman Sahladi juga ikut berkeliling Pasar Pangkalan. Di Nagari Pangkalan sendiri, Darman Sahladi bukan orang baru lagi, melainkan sudah seperti dunsanak bagi warga disana.


Semakin hari, dukungan untuk Darman Sahladi, kian terus bertambah. Meningkatnya dukungan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2 itu, tak lain karena besarnya peluang menang Darman Sahladi-Maskar M Dt Pobo. Dari hasil survei yang dilakukan lembaga survei nasional dan terpercaya, Darman Sahladi yang berpasangan dengan Maskar M Dt Pobo unggul sekitar 10 persen dari pasangan lain.  (*)



 (*)

Padang, netralnews.net - Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), menggelar Sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona terkait peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di tahun 2020 ini. 

Kegiatan yang dilangsungkan di salah satu hotel berbintang di Kota Padang itu, dibuka oleh Sekretaris Disparbud Kota Padang Syafriadi, Kamis (5/11/2020).

Hadir dikesempatan itu Anggota DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti, di samping para narasumber serta peserta sosialisasi dan lainnya.

Syafriadi dalam arahannya menyampaikan, sosialisasi tersebut sangat bernilai penting karena memiliki beberapa tujuan dan manfaat untuk kemajuan sektor pariwisata di Kota Padang. 

"Dimana dalam hal ini guna menghasilkan tenaga terampil bagi para pemandu sadar wisata dan sapta pesona yang memiliki kemampuan dan keterampilan khusus, disertai teknik pemanduan wisata," katanya dalam kegiatan yang diikuti peserta terdiri dari Pokdarwis Bukit Padayo Kecamatan Lubuk Begalung itu.

Begitu juga sambungnya, melalui sosialisasi ini diharapkan meningkatkan kompetensi pemandu wisata yang sesuai dengan standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) sektor pariwisata. 

"Selain itu juga diharapkan meningkatkan kualitas pemandu sadar wisata dan sapta pesona sebagai salah satu komponen dalam jasa usaha pariwisata. Lalu mampu mengembangkan dan meng 'up to date' kan pengetahuan para industri pariwisata ke depan," jelasnya.

Syafriadi melanjutkan, terkait peran dan keberadaan pramuwisata atau para Pokdarwis di Kota Padang, sejatinya merupakan salah satu stakeholder yang penting dalam membantu memberikan bimbingan, penerangan dan petunjuk tentang objek wisata, event wisata serta membantu segala sesuatu yang diperlukan wisatawan.

Tidak hanya itu, jelasnya, tugas yang diemban pramuwisata sebagai 'frontliner'yang sekaligus berfungsi sebagai 'information agent' cukup berat dan perlu mendapatkan perhatian khusus.

"Maka dari itu, melalui sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pemandu wisata atau Pokdarwis di Kota Padang yang profesional dan memiliki SDM yang baik dan terampil. Kita tentu berharap, semua peserta mengikuti rangkaian sosialisasi dan pelatihan ini dengan baik. Sehingga tercapai tujuan dan sasaran yang diinginkan," ujarnya sembari membuka kegiatan yang dilangsungkan selama dua hari, Kamis dan Jumat (5-6/11/2020) itu.

Seperti diketahui, terkait materi yang diberikan pada sosialisasi tersebut sesuai dengan dengan SKKNI sektor pariwisata dengan narasumber yang berkompeten diantaranya praktisi dan motivator yang berpengalaman di bidang kepariwisataan.(Humas/Prokopim)

Padang,netralnews.net - Pihak Kepolisian Daerah Sumatera Barat siap mensukseskan penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke 28 yang berlangsung di Provinsi Sumatera Barat, yang akan dihelat pada tanggal 12 hingga 21 November 2020.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, S.Ik. 

Demi kelancaran MTQ tersebut, pihaknya menurunkan ratusan personel dari Polda Sumbar, Polresta Padang dan Polres Padang Pariaman, untuk memberikan pengamanannya.

"Sekitar 386 personel gabungan (Polda, Polresta Padang, Polres Padang Pariaman)," ujarnya, Kamis (5/11) di Mapolda Sumbar.

Dikatakan, personel yang dilibatkan ini nantinya akan melaksanakan tugas pengamanan, patroli dan pengawalan selama event MTQ berlangsung.

"Nantinya juga ditempatkan di 12 venue yang ada di Kota Padang untuk pengamanan, sehingga penyelenggaraan MTQ dapat berjalan dengan aman dan lancar," pungkasnya.(*)

Bidhumas Polda Sumbar

Padang,netralnews.net - Universitas Taman Siswa (Unitas) Padang melaksanakan wisuda ke-59 secara langsung pada, Kamis 5 November 2020 di hoten Grand Inna Muara Padang.

Tahun ini sebanyak 99 orang wisudawan-wisudawati adalah Program Studi Agroteknologi 18 orang, Program Studi Peternakan 27 orang, Program Studi Pendidikan Matematika 2 orang, Proram Studi Magister Agroteknologi (1 orang), Program Studi Manajemen 20 orang, Program Studi Ilmu Hukum 31 orang.

Menanggapi dilaksanakannya wisuda secara langsung itu, Ketua Yayasan Universitas Taman Siswa (Unitas) Padang, H. Irwandi Yusuf menerangkan, pelaksanaan wisuda ini sudah dilakukan kajian secara detail dan pelaksanaanya sudah menerapkan protokol kesehatan.

" 3M dan 3T pun sudah menjadi acuan bagi penyelengara serta tamu-tamu yang akan mengikuti acara wisuda tersebut,'' ungkap Irwandi Yusuf kepada awak media saat di jumpai pada Jum'at, ( 06/11/2020).

"Ditengah pandemi seperti ini dunia pendidikan sangat jelas menggangu aktifitas pembelajaran dan proses mengajar di semua sektor pendidikan, semua dituntut harus berjalan dengan mestinya tetapi dengan  menerapkan protokol kesehatan yang sudah di tetapkan", terangnya.

"Semua lini bekerja ekstra, mulai dari Yayasan, Rektor, Dosen dan Mahasiswa  yang biasanya berpapasan langsung dengan mahasiswa kini hanya melewati telfon seluler atau sistem daring untuk melaksanakan perkuliahan, sebab semua itu memang harus tetap dijalankan tidak ada alasan untuk tidak menjalankan proses pendidikan", lanjutnya.

"Di perguruan tunggi dosen merupakan Stakeholder Pendidikan yang sangat mempunyai peran penting terhadap mahasiswa, sebab semua nasib masahsiswa tergantung pada dosen itu sendiri, tegas pria paruh baya ini sembari tersenyum.

"Kita tidak tahun Covid-19 ini sampai kapan akan berakhir, namun dengan perkembangan teknologi yang samakin canggih, semua Stakeholder pendidikan

baik itu di dalam pendidikan maupun di luar pendidikan harus pahan akan sebuah teknologi, agar dunia pendidikan akan tetap berkembang meskipun hanya dilakukan melalui sistem daring", tutupnya. (Srp/R)



Padang,netralnews.net - Pemerintah Kota Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan Pelatihan Jitu Pasna (Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana) Pandemi Covid-19. 

Kegiatan yang dilangsungkan di salah satu hotel di Padang selama dua hari, Rabu dan Kamis (4-5/2020) itu, diikuti sebanyak 35 orang peserta terdiri dari perwakilan OPD terkait di lingkup Pemko Padang. Selain itu juga para Kepala Saksi (Kasi) Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kecamatan se-Kota Padang dan personil BPBD Kota Padang.

Plt Wali Kota Padang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Endrizal sewaktu membuka kegiatan menyampaikan, atas nama Pemerintah Kota Padang sangat menyambut baik digelarnya kegiatan pelatihan Jitu Pasna pandemi Covid-19 tersebut.

"Semoga banyak manfaat dan tujuan dihasilkan melalui kegiatan ini. Terutama bagaimana membangkitkan semua sektor yang sempat terganggu akibat pandemi Covid-19," harapnya.

Barlius memaparkan, pandemi Covid-19 yang mulai mewabah sejak awal 2020 memang telah memukul berbagai sektor perekonomian dan sosial di beberapa negara di dunia termasuk Indonesia. Dimana sektor pariwisata dan manufaktur merupakan sektor-sektor bisnis yang paling terdampak. Akibatnya, timbul berbagai permasalahan sosial mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk sementara waktu, hingga sampai meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak selama pandemi.

"Tak hanya dari segi kesehatan, wabah Covid-19 juga berdampak peda sektor lainnya seperti sektor sosial dan ekonomi. Seperti adanya pernyataan dipaparkan dalam salah satu video yang diunggah di kanal youtube oleh Nas Das Official yang berjudul "Be Careful of The Next 2 Years". Yaiti pernyataan yang mengungkapkan Covid-19 tak hilang di muka bumi dalam waktu 2 tahun. Dan kita harus siaga dan dapat mengambil sikap dalam menanggulanginya," ujar Endrizal dalam kegiatan yang tetap mengacu protokol Covid-19 itu.

Endrizal juga menyebut, sejatinya dalam penanganan bencana wabah Covid-19 serta dampaknya di Kota Padang, Pemko Padang sudah membuat beberapa regulasi. Semua sektor diperhatikan, di samping melakukan penanganan terhadap Covid-19 kepentingan dan keberlanjutan kehidupan masyarakay jauh lebih diperhatikan. 

"Jadi, sejalan dengan alur komponen Jitu Pasna, ada beberapa komponen yang harus dikaji dengan mendalam dan komprehensif. Yakni kerugian, kehilangan akses, gangguan fungsi dan peningkatan risiko untuk menghasilkan kajian dampak bencana. Baik di bidang ekonomi dan fisikal, sosial budaya dan politik serta pembangunan manusia dan kualitas lingkungan."

"Selanjutnya akan dilakukan pengkajian kebutuhan pemulihan meliputi penyediaan bantuan, pemulihan proses/fungsi dan pengurangan risiko yang akan menghasilkan penyusunan rencana aksi rehabilitasi rekonstruksi pasca bencana," papar mantan Kadis Perdagangan tersebut.

Sementara itu Kepala BPBD Kota Padang Barlius menyebutkan, pada 2020 ini kegiatan Jitu Pasna difokuskan pada pelatihan pengkajian kebutuhan pasca bencana non alam yakni pandemi Covid-19. Sasaran utamanya adalah bagaimana normalisasi berjalan secara wajar di berbagai aspek pemerintahan dan kehidupan masyarakat seperti pada kondisi sebelum terjadinya bencana. 

"Selain itu juga terkait dalam upaya menumbuh kembangkan kegiatan ekonomi, sosial dan budaya serta tegaknya hukum dan ketertiban. Begitu juga membangkitkan peran serta masyarakat dan seluruh elemen dalam segala aspek kehidupan. Kita tentu berharap para peserta yang mengikuti pelatihan Jitu Pasna ini mengikuti kegiatan dengan baik dan mengimplementasikan ilmu dan materi dari para narasumber," tukasnya didampingi Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Syaiful Bahri.(rilis/Prokopim).

Padang,netralnews.net - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI berhentikan Amnasmen sebagai ketua KPU Sumatra Barat (Sumbar), Rabu (04/11). Selain Amnasmen, Izwaryani juga diberhentikan sebagai koordinator divisi teknis.

Keputusan ditetapkan dalam sidang kode etik penyelenggara Pemilu dengan agenda Pembacaan Putusan terhadap 11 Perkara di Ruang Sidang DKPP, Jakarta Pusat pada Rabu (4/11/2020) pukul 09.30 WIB. Amnasmen merupakan teradu dalam perkara yang dadukan pasangan Fakhrizal-Genius Umar.

“Sanksi Peringatan Keras dan Pemberhentian dari Jabatan Ketua juga diberikan kepada Ketua KPU Provinsi Sumatera Barat Amnasmen. Amnasmen menjadi Teradu II dalam perkara 86-PKE-DKPP/IX/2020,” kata Sekretaris DKPP, Bernad Dermawan Sutrisno, dalam keterangannya, Rabu (4/11/2020)

DKPP juga menjatuhkan sanksi Peringatan Keras dan Pemberhentian dari Jabatan Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan kepada Anggota KPU Provinsi Sumatera Barat, Izwaryani. Dia menjadi teradu dalam perkara yang sama dengan Amnasmen.

Dari 11 perkara yang dibacakan putusannya ini melibatkan 49 penyelenggara pemilu sebagai Teradu. Jenis sanksi yang dijatuhkan DKPP kepada seluruh Teradu adalah Peringatan (6), Peringatan Keras (5), Pemberhentian dari Jabatan Kordiv (1), Pemberhentian dari Jabatan Ketua (2), Pemberhentian Sementara (1), dan Pemberhentian Tetap (6).

Sementara itu, 32 penyelenggara pemilu mendapat rehabilitasi atau pemulihan nama baik dari DKPP karena tidak terbukti melanggar kode etik penyelenggara pemilu.

Sidang ini dipimpin oleh Anggota DKPP Dr. Alfitra Salamm selaku Ketua Majelis. Sedangkan posisi Anggota Majelis diisi oleh Prof. Teguh Prasetyo, Didik Supriyanto, S.IP., M.IP., dan Dr. Ida Budhiati.  (langgam.id)


Padang,netralnews.net - Jabatan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumbar, siang tadi telah diserahterimakan. Dari Kombes Pol Arly Jembar Jumhana, S.Ik. MH kepada AKBP Joko Sadono, SH. S.Ik. MH.

Upacara sertijab dipimpin Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto MH, Selasa (3/11) di ruang Jenderal Soekanto Mapolda Sumbar.

Kegiatan diawali dengan pengambilan sumpah oleh Kapolda Sumbar dan pembacaan Surat Keputusan Mutasi Jabatan dan penandatanganan pakta integritas jabatan Dirreskrimsus.

AKBP Joko Sadono sebelumnya menjabat Wadirreskrimum Polda Kalsel, sedang Kombes Pol Arly selanjutnya dimutasi ke Mabes Polri.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto, S.Ik. M.Si, Pejabat Utama Polda Sumbar, Kapolresta Padang dan Pamen berpangkat AKBP di Polda Sumbar.(*)

Sumber: Bidhumas Polda Sumbar

Padang,netralnews.net - Doa Tolak Bala Salah satu tradisi yang turun temurun terus digiatkan bagi masyarakat Kuranji. Tradisi nan sudah dari dahulunya ini hampir pudar di kehidupan modern sekarang. 

Namun, berkat kekompakan para tokoh adat, ninik mamak, pemuka masyarakat, tokoh agama dan generasi muda Kuranji, kembali mengangkat Do'a Tolak Bala tersebut. Mengingat banyaknya musibah, hasil panen menurun dewasa ini.

Pada malam puncak dihadiri oleh Ketua KAN Pauh IX Kuranji Suardi Dt. Rajo Bujang, Camat Kuranji yang diwakili  Lurah Kuranji, Kasma Efendi, S. Sos, Alim ulama dan bundo kanduang. Selanjutnya, tokoh masyarakat dan para pemuda generasi penerus, Minggu (1/11/2020) malam, di parkiran Masjid Nurul Ihsan Kelok Kuranji.

Rajo Indo selaku Ketua Panitia Tolak Bala, menyampaikan, acara dimulai dari tgl 26 Oktober atau selama 7 hari. Disebabkan banyaknya virus penyakit yang melanda di bumi Allah ini. 

"Menurunnya hasil panen para petani akibat hama wereng. Maka dari itu, tidak lepas dari mengingat kepada Allah swt, sebab yng mendatangkan reski hanya Allah dan juga yg mendatangkan maupun yang menolak penyakit dan lainnya juga Allah swt," ujarnya.

Sementara itu, Lurah Kuranji Kasma Effendi, S. Sos, mengatakan, selaku pihak pemerintah mengapresiasi kegiatan tradisi tolak bala yang diangkat oleh nagari Kuranji. 

ÀTradisi ini sangat banyak manfaatnya, selain mempererat rasa persaudaraan juga menanamkan rasya introspeksi diri kita kepada Allah. Sebab, banyaknya virus dan wabah yang melanda negri ini, pungkas Effendi Garda sapaan akrabnya.

Ketua MPA KAN Pauh IX Kuranji yang juga tokoh panutan Irwan Basir Dt. Rajo Alam, SH, MM mengatakan, kegiatan masyarakat yang positif ini maka wajib bagi pemerintah untuk mendukungnya serta memberikan apresiasi dan motifasi penuh, pinta Datuk IB.

"Tradisi Tolak Bala ini sebuah pelestarian dan warisan adat maupun tradisi dari nenek moyang kita dahulunya, sesuai dengan filsafah Minang ' Berek-berek turun kasamak, tibo disamak mamakan padi. Dari nenek turun kamamak, dari mamak turun ka kami anak kamanakn," Imbuh Datuk IB yang juga Ketua DPD LPM Kota Padang.

Kemudian, sinergisitas antara adat, budaya dan agama. Historisnya, sejak tahun 1880an wabah sudah ada, tetapi saat itu Do'a tolak bala gabungan tokoh religius, tokoh masyarakat dan ninik mamak bahu membahu melakukannya. Dari satu masjid ke Masjid dan keliling kampung memanjatkan do'a serta salawat kepada Nabi. Sehingga, bisa terhindar dari segala bala bencana dan wabah, terang Ketua Fishing Club Padang ini lagi.

"Tolak Bala, adat tradisi ini sudah mulai memudar dalam kehidupan bernagari. Dikarenakan zaman. Budaya itu ialah bahagian dari sendi-sendi kehidupan. Maka dari itu, perlu kembali dihidupkan tradisi nenek moyang terdahulu,".

Datuk Irwan Basir melanjutkan, tolak bala ini menunjukkan perkuatan ukhuwah islamiah, menumbuhkan rasa kepedulian, rasa kegotong royongan, rasa sosialitas dan rasa kebersamaan ditengah kondisi kehidupan masyarakat yang individualistik.

" Semoga kedepan segala musibah, bencana dan hasil panen di kelurahan maupun kecamatan kuranji terbebas dari segala marabahaya. Doakita bersama agar kedepan kita jauh lebih baik, lebih sehat," ujarnya sembari memanjatkan do'a dan diamini oleh seluruh hadirin yang hadir.

Sumber: Hr1/DP - Humas.

Padang,netralnews.net - Ditpolairut Polda Sumbar menggelar konferensi Pers pada senin, (02/11/2020) di markas Ditpolairut Polda Sumbar.

Konferensi Pers dalam rangka penangkapan 4 kasus tindak pidana, dua kasus narkotika, pelaku pencurian, kasus lainnya dua kasus menggunakan surat-surat palsu atau sartifikat palsu.

Ditpolairud Sumbar Sahat M Hasibuan, menjelaskan bahwa pada kasus narkoba ini, pada hari Rabu tanggal 22 Juli 2020 sekira pukul 20.00 Wib di Dermaga Pelabuhan Barau Bungus Kabung Kota Padang yang tertangkap tangan oleh personil Subditgakkum Ditpolairud Polda Sumbar atas nama Hen. 

Tersangka Hen akan melakukan transaksi narkotika jenis sabu yang dikemas didalam plastik klep bening kecil sejumlah 31 paket yang dimasukkan kedalam dua buah Pepaya dan diletakkan disebuah warung kosong yang berada disekitar pelabuhan. 

Sahat melanjutkan, pada hari Selasa tanggal 15 September 2020 sekira pukul 20.15 Wib di Dermaga Pelabuhan Perikanan Bungus Teluk Kabung Kota Padang, telah tertangkap tangan oleh personil Subditgakkum Ditpolairut Polda Sumbar tersangka atas nama Buyung yang akan melakukan transaksi narkotika jenis sabu yang dikemas dalam kotak rokok Sampoerna sejumlah 15 paket kecil.

" Paket yang dimasukkan kedalam tiga buah plastik klep bening yang disimpan didalam helm warna merah dan siap diedarkan," Ungkap Sahat kepada media saat jumpa pers, Senin (2/11/2020)

Ia menambahkan, para tersangka narkoba ini akan dijerat Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman lima tahun hingga 20 tahun penjara, ujar Sahat.

Lebih jauh dirincikannya, Ada pun pada kasus pencurian, polisi mengamankan tersangka Sarpon. Pelaku pencurian tersebut yang terjadi pada hari Rabu, 07 Oktober 2020 sekira pukul 15.00 Wib di Komplek Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus Teluk Kabung Kota Padang.

" Pelaku dengan cara melawan hukum mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik Dinas Perikanan Provinsi Sumbar dengan cara membawa barang tersebut dengan menggunakan becak motor warna Merah dan selanjutnya dijual ke pengumpul barang bekas dan besi tua. Tersangka melanggar pasal 362 jo pasal 363 ayat (4) jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP pidana," terangnya.

Kemudian, kasus tindak pidana yang menggunakan surat-surat yang diduga palsu dalam melaksanakan kegiatan Pelayaran tersangka Toto dan Fachri ditangkap pada hari Senin tanggal 21 September 2020 sekira pukul 07.00 Wib di Perairan Teluk Bayur Kota Padang, sewaktu personil Ditpolairut Polda Sumbar melakukan penyelidikan, telah melakukan pemeriksaan Kapal TB. 

Solomon Dolphin yang sedang menggandeng tongkang BG. Jumeirah BAY 2307, dari hasil pemeriksaan ditemukan bahwasanya kapal berlayar dalam keadaan tidak layak melaut karena Ijazah/ Satifikat Nakhoda dan KKN yang diduga palsu, para tersangka melanggar pasal 302 ayat (1) jo pasal 117 ayat (2) hutuf C Undang-undang Republik Indonesia No 17 tahun 2008 tentang pelayaran dan pasal 263 ayat (2) KUHP pidana, pungkas Sahat mengakhiri. (abrol/hari/R)


Padang,netralnews.net - Polda Sumbar melalui bidang humas menggelar Vidio Live bersama Kadiv Humas Polri pada Senin, (02/11/2020) di ruang Jendral Hoegeng lantai IV Mapolda Sumbar.

Kegiatan ini dalam rangka Hut Humas Polri yang ke- 69 tahun 2020 yang jatuh pada tanggal 30 Oktober yang di rayakan dengan sederhana kendati ditengah pendemi Covid-19.

Sesuai dengan tema Hut Humas Polri ke- 69 tahun 2020 "Dengan Semangat Profesionalisme Humas Polri Siap Mewujudkan Kamtibmas yang Kondusif dan Masyarakat Semakin Produktif".

Polri harus mampu menjalankan tugas secara profesional, modern dan terpercaya, sehingga menjadi berkualitas.

Kapala Divisi Humas Polri Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K, M.Si mengatakan tugas humas polri saat ini tidak lah mudah, karena harus menyeimbangkan dengan perkembangan teknologi pada saat ini, agar informasi yang kita sampaikan kepada publik dapat seimbang, akurat dan terpaya", katanya.

Selanjutnya Humas menjadi fungsi utama di kepolisian dan media yang harus menjadi informasi yang cepat, tepat dan akurat", terangnya.

Semoga diusia yang ke-69 ini Humas Polri selalu sinergi dengan insan pers mulai dari jajaran Polda, Polres dan Polsek menjadi pusat informasi terlengkap untuk masyarakat", harapnya.

Usai melaksankan Vidio Live bersama Kadiv Humas Polri, dilanjutkan dengan pemasangan rompi, masker,  pembagian sembako dan pemotongan tumpeng oleh Irwasda Polda Sumbar Drs. Kasihan Rahmadi SH, MH.

Irwasda menyapaikan ucapan selamat Hut Humas Polri yang ke-69 dengan harapan humas bisa mewujudkan Kamtibmas dan menjadi sumber informasi yang akurat, tepat dan seimbang sesuai dengan perkembangan teknologi", jelasnya.

"kita berharap semoga Humas Polri bisa menjalin mitra yang baik dengan insan pers dalam memberikan informasi kepada masyarakat", tutupnya. (R)

Padang,netralnews.net - Ketua DPD LPM Kota Padang Irwan Basir Datuk Rajo Alam, SH, MM dan Ketua BMPN Pauh IX Kuranji M. Fikar Datuk Rajo Magek, S. Ag, MM, M.Pd dalam rangka penutupan sepak takraw Porgerus Tahun 2020. Bertempat di Kelurahan Ampang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (31/10/2020) Sore.

Ketua DPD LPM Kota Padang Irwan Basir Dt Rajo Alam serahkan tropi kepada juara kembaran Porgerus Cup I – 2020 di lapangan Kandang Ayam Surau Jambu Lubuk Lintah – Ampang Kuranji Kota Padang Juara kembar tersebut disepakati setelah musyawarah kedua tim dan panitia serta wasit, jika azan maghrib berkumandang maka pertandingan dihentikan. Lalu, status juara dijadikan juara kembar.

Karena, kendala cuaca yang tak bersahabat dengan curah hujan yang cukup deras, sehingga pertandingan terlambat dilaksanakan. Sehingga, di tengah guyuran hujan tetap dilanjutkan. Pada set pertama dimenangkan tim Muaro Panjalinan dengan skor 22-20. Lalu, pada set kedua dimenangkan tik BBTC Balai Baru dengan skor 21 – 18.

Tim BBTC Balai Baru Kuranji bersama tim Muaro Panjalinan Pasie Nan Tigo Koto Tangah menjadi juara kembar Turnamen Sepaktakraw Porgerus Cup I – 2020 se Kota Padang dalam final, Sabtu (30/10 /2020).

Sehingga terjadi tiebreak, lalu dilanjutkan dengan pertandingan set ketiga, di mana perolehan poin saling kejar kejaran. Namun, dengan posisi poin 18-15, dengan kondisi tim Muaro Panjalinan memimpin perolehan poin.

Lalu azan Maghrib berkumandang dan hujan turun deras, sehingga dengan spontan wasit menipu pluit menghentikan pertandingan. Hal hasil sesuai kesepakatan, status juara dinyatakan juara kembar.

Kemudian, dilanjutkan dengan penutupan dan penyerahan hadiah, yang diserahkan Ketua DPD LPM Kota Padang Irwan Basir Dt Rajo Alam, terutama Juara Kembar. Kemudian juara III Partab Gojek Gunung Pangilun diserahkan Ketua BMPN Pauh IX M Fikar Dt Rajo Magek dan Juara IV diserahkan Mastilizal Aye anggota DPRD Padang.

Ketua DPD LPM Kota Padang Irwan Basir Dt Rajo Alam SH MM mengapresiasi generasi muda di bawah organisasi Porgerus Surau Jambu Lubuk Lintah – Ampang.

"Begitu juga dengan para tim sepaktakraw walau cuaca dengan curah hujan yang cukup deras tidak menyurutkan semangat mereka untuk melanjutkan partai pertandingan final,” ujar Irwan Basir.

Dikatakan Irwan, Cabor Sepaktakraw merupakan Cabor yang cukup buming di kawasan Kecamatan Kuranji sebelumnya, karena dibuktikan dengan atletnya yang telah berbicara di tingkat nasional dan internasional. 

Namun, belakangan tidak begitu aktif, maka untuk untuk menguatkan kembali butuh kepedulian para tokoh masyarakat untuk menggiatkanya. (Humas)


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.